Saturday, August 13, 2011

Kedamaian Meditasi Bersama Ikan-ikan Koi..


 Sebagai kegiatan untuk melepas penat, meditasi di depan kolam ikan rasanya lebih nyaman, apalagi kolam khusus ikan koi. Duduklah dengan posisi bersila, pandangilah kolam ikan dengan warna-warni koi di dalamnya dan biarkan ikan-ikan cantik itu membantu Anda menenangkanvinnana atau pikiran Anda.
Mengapa koi? Koi adalah ikan yang dipercaya memancarkan energi positif sehingga cocok menemani Anda bermeditasi. Dalam filosofi China, yin dilambangkan sebagai wanita, dan yang sebagai pria.
Selain tangguh dan kuat, dalam tradisi China dan Jepang ikan tersebut mendeskripsikan kekuatan yang berlawanan namun saling membangun. Kedua bagian berbeda itu menjadi satu, sehingga sangat cocok untuk membantu menyeimbangkan kondisi tubuh yang sedikit terganggu akibat kelelahan bekerja seharian.
"Meditasi memberi Anda alat untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Saya telah membuktikannya, pikiran menjadi tenang hanya dengan bernapas secara teratur. Dan itu membantu ’diri’ saya kembali," kata Emily Brydon, Canadian Alpine Ski Team, di valueyogamat.com.
Emily mengatakan, bukankah terkadang, demi memperoleh kondisi tubuh dan pikiran prima, seseorang kerap tak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya? Kini, melalui media kolam ikan koi, Anda hanya perlu merogoh kocek sekali saja untuk membuat kolam ikan seperti yang anda inginkan untuk membantu bermeditasi.
Namun, bila telah memiliki kolam tersebut, tetapi belum juga memenuhi kriteria nyaman untuk meditasi, Anda tidak perlu khawatir. Lakukan sedikit perombakan dengan membuat tempat duduk di pinggiran kolam seukuran 1 meter persegi. Usahakan tempat duduk tersebut lebih tinggi agar memudahkan Anda memandangi ikan-ikan koi kesayangan Anda itu dengan posisi duduk bersila.
"Kita tidak bermeditasi untuk melihat surga, tapi untuk mengakhiri penderitaan. Jika Anda punya waktu untuk sadar, berarti Anda punya waktu untuk bermeditasi," kata Ajahn Chah, seorang master yoga asal Thailand.


Maka, kini mulailah bermeditasi dengan memanfaatkan media kolam ikan koi yang ada di rumah Anda. Tidak mahal, tapi menyehatkan!

"Container Garden", Agar Tetap Cantik di Lahan Sempit!



Tertarik gerakan "menghijaukan" hunian, namun terkendala lahan rumah yang terbatas? Coba dengan menanam tanaman dalam wadah atau disebut dengan container garden.
Tanaman dalam wadah adalah kegiatan bercocok tanam dengan "memindahkan" lahan ke dalam wadah-wadah, yang kemudian dapat kita tanami berbagai macam kombinasi tanaman. Ide berkebun seperti ini, konon katanya, berasal dari Inggris yang terkenal dengan english garden-nya.
Bagi para pehobi bercocok tanam, konsep ini memang dapat dilakukan di lahan luas, tetapi apa mau dikata, ketika mereka pindah ke kota yang lahannya terbatas, hobi tersebut akhirnya disalurkan lewat container garden.
Keuntungan
Ada beberapa keuntungan yang didapat daricontainer garden. Sebut saja, misalnya, perawatannya mudah karena ukurannya kecil dan tanamannya tidak banyak serta biaya relatif terjangkau.
Keuntungan lain adalah tanaman dengan mudah dapat dipindah-pindah sehingga dapat memberikan pemandangan baru kapan pun hal tersebut diinginkan. Hal patut diperhatikan dalam container garden adalah pemilihan serta kombinasi berbagai tanaman agar tampilannya menarik. Pertama, cermati apakah tanaman yang dipilih bentuknya tinggi-panjang, gemuk, membulat, atau menjuntai agar mudah saat hendak mengatur posisi tanaman.
Sifat serta kebutuhan tanaman juga patut diperhatikan. Misalnya, jika tanaman akan diletakkan di tempat dengan paparan sinar matahari yang besar, pilih tanaman yang membutuhkan matahari penuh. Untuk itu, jangan menggabungkan tanaman dengan kebutuhan berbeda. Perhatikan pula saat penggantian tempat atau pot jika akar tanaman sudah memenuhi tempat.

Kreatif dengan Taman Minimalis


Kini, dengan semakin terbatasnya lahan terbuka di rumah Anda, bukan berarti membuat taman menjadi hal mustahil. Taman dapat diciptakan dengan memadukan elemen keras dan lunak. Elemen keras diwakili furnitur taman dan elemen lunak dari tanaman atau pohon pengisi. Anda dapat memadukannya sesuai kreativitas untuk tampilan lebih sempurna.
Untuk tampilan minimalis, Anda dapat memilih furnitur taman berbentuk simpel, dari bahan yang awet. Misalnya, bahan semen, batu, kaca, atau plastik.
Furnitur berbahan semen bisa Anda kreasikan sesuai kebutuhan, misalnya pot di halaman depan rumah. Pot semen ini bisa dibuat sesuai jenis, banyaknya tanaman serta proporsi luas lahan. Meskipun berkesan berat, material berbahan semen terbukti lebih awet ketimbang bahan alami, seperti bambu dan kayu.
Selain untuk pot, Anda dapat berkreasi menciptakan bangku, meja taman, dan rumah lampu (kap) taman. Namun, mengingat sifat materi semen yang berat dan susah dipindah, pastikan betul peletakannya sesuai selera Anda.
Untuk penempatan pot berbahan plastik dan kaca, sebaiknya Anda letakkan di teras samping dan belakang, maupun halaman samping. Ini bertujuan agar tidak terlalu cepat usang terkena terik sinar matahari dan perubahan cuaca.
Untuk menambah elemen sejuk, Anda dapat kembali bermain elemen kaca atau plastik untuk akuarium ikan hias. Akuarium tersebut dapat diletakkan di sudut teras, untuk melunakkan elemen keras dari material perabot teras lainnya.
Material berbahan semen pun dapat Anda kreasikan dalam bentuk ornamen air terjun buatan dengan konsep minimalis. Bentuk lainnya adalah bejana pair, patung air mancur, maupun kolam ikan. Untuk pembuatan kolam ikan, jangan lupa melengkapinya dengan sirkulasi air dari pemasangan pipa di dasar kolam dan filter fabric untuk menyaring kotoran.
Sementara itu, dalam memilih tanaman yang tepat, sebaiknya pilih jenis tanaman yang mudah perawatannya, apalagi Anda tergolong memiliki rutinitas padat setiap harinya. Pilihlah tanaman yang dapat tahan dalam kondisi kering, seperti lidah buaya dan adenium.
Sebagai pilihan lain tanaman pembatas, Anda dapat memilih tanaman teh-tahan atau iris kuning. Sedangkan penggunaan rumput bisa memakai jenis rumput gajah mini.
Kalau sudah begini, kehadiran taman dalam hunian Anda akan memberikan elemen penyejuk dan penyegar. Seberapa pun luas ukurannya, jika taman dapat ditata apik, tentu akan sedap dipandang dan menambah nilai estetika hunian. Selamat berkreasi!

Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?


BARANGKALI pertanyaan ini kerap terlontar. Seperti apa rumah islami itu? Banyak pengembang menurunkan konsep islami ini dalam bentuk dan desain rumah. Seperti, dinding bertabur ukiran kaligrafi, mushala di dalam rumah, ada keran khusus untuk berwudu, hingga kamar mandi yang tak boleh menghadap kiblat.
Tak hanya itu. Pengembang perumahan juga membuat bagian dalam rumah tertutup sehingga orang lain tak bisa melihat dari luar. Tapi, di bagian luar rumah tidak dipagari. “Dengan begitu, penghuni tetap bisa bersosialisasi dengan para tetangga,” kata Denny Ernadie, pengurus Yayasan Az-Zikra yang juga mengembangkan rumah islami.
Kompleks perumahan umumnya dilengkapi masjid, mushala, atau taman pendidikan Al-Quran (TPA). Sedangkan di kolam renang umum, ada pembatas antara pria dan wanita. “Bisa saja melakukan pengaturan jam pemakaian,” imbuh Nasrullah, Direktur Utama Orchid Realty.
Suasana religius lebih hidup lagi dengan adanya kegiatan rutin salat berjamaah dan pengajian di masjid. Perumahan Bukit Az-Zikra lebih ekstrem lagi: melarang penghuninya merokok, dan penghuni perempuan harus menutup aurat.
Demi menjalankan kehidupan pada nilai-nilai agama, semua transaksi pembelian atau penjualan rumah menganut prinsip dan akad syariah. “Itu yang diutamakan Orchid,” kata Nasrullah.
Otomatis, hanya bank-bank syariah yang bisa memberikan kredit kepemilikan rumah (KPR). “Kami bekerjasama dengan BTN Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah,” kata Denny. Namun, pasar juga menjadi pertimbangan

Perumahan Islami: Dari Kaligrafi sampai Kolam Renang Muslim


Sejatinya, apa itu perumahan dengan nuansa Islami? Banyak pengembang mewujudkan konsep Islami ini dalam bentuk dan desain rumah. Contoh, dinding rumah bertabur ukiran kaligrafi, mushala di dalam rumah, ada keran khusus untuk berwudhu, hingga kamar mandi yang tak boleh menghadap kiblat.

Sementara itu, PT Mustika Hadiasri, pengembang Villa Ilhami, mewujudkan konsep Islami lewat arah rumah yang semua menghadap ke kiblat. Jadi, “Penghuni tidak perlu geser kiri-kanan jika ingin menyesuaikan kiblat,” kata Dedi Mustofa, Manajer Promosi Villa Ilhami.

Namun, fasilitas perumahan juga tidak boleh sembarangan. Menurut Nasrullah, Direktur Utama CV Fadillah Utama Berkat, pengembang The Orchid Reality, perusahaan properti mesti serius membangun segala fasilitas yang menunjang rumah Islami.

The Orchid Realty, misalnya, menyediakan fasilitas pendidikan bernapaskan Islam. “Harus ada sekolah atau pendidikan Islami. Kami juga menyediakan tempat belajar Al Quran,” ujar Nasrullah. Yang juga wajib dihadirkan di kompleks perumahan Islami sudah barang tentu masjid.

Fasilitas-fasilitas semacam itu, Nasrullah bilang, mesti disediakan oleh para pengembang. Pasalnya, warga yang tinggal di perumahan dengan konsep Islami itu benar-benar menginginkan perkembangan beragamanya. “Tidak hanya sekadar tinggal di satu rumah,” kata Nasrullah.

Fasilitas lainnya yang bisa dikembangkan adalah membangun kolam renang bernuansa Islami. Caranya dengan memisahkan kolam untuk laki-laki dan perempuan, “Termasuk menyediakan pakaian renang Muslim,” kata Nasrullah. Dengan begitu, orang akan semakin tertarik membeli rumah Islami.

Tidak hanya itu, pengembang juga harus mampu membangun suasana kehidupan bertetangga yang sakinah. Suasana religius lebih hidup lagi dengan adanya kegiatan rutin shalat berjemaah dan pengajian di masjid. Atau bisa juga lewat kegiatan siraman rohani, diskusi, hingga konsultasi keagamaan.

Perumahan Bukit Az-Zikra yang terletak di kawasan Sentul, Bogor, lebih ekstrem lagi soal kehidupan sehari-hari penghuninya. Mereka melarang penghuninya merokok, dan penghuni perempuan harus menutup aurat.

Namun, Kepala Riset Jones Lang Lasalle Anton Sitorus menyatakan, konsep dan fasilitas bernuansa Islami tidak begitu saja membuat para konsumen tergiur untuk membeli. Sebab, calon pembeli tetap memerhatikan kelengkapan perumahan, baik dari aspek legal, maupun fasilitas.

“Apakah benar-benar seperti ditawarkan?” katanya.

Selain itu, faktor terpenting selalu menjadi pertimbangan pembeli adalah lokasi. (KONTAN/Epung Saepudin/Lamgiat Siringoringo)

Menjaga Rumah dengan Adab-adab Islam





 Rumah bernuansa islami bukanlah rumah penuh dengan interior dan eksterior simbol-simbol Timur Tengah. Rumah bernuansa islami adalah rumah penuh nuansa religi dengan adab-adab Islam yang menjaganya, karena saat pintu rumah terbuka, maka seperti terbukalah aurat penghuni rumah di hadapan orang lain.
Bisa memakai ornamen atau aksesoris. Alhasil, kalau buka pintu bisa terhalang sesuatu. Hijab ini selalu kita anjurkan untuk diterapkan para penghuni.
-- Adrian Z Setiawan
Mendengar kata pengembang hunian berkonsep islami, pikiran awam pasti langsung tertuju pada bentuk-bentuk hunian dengan arsitektur Timur Tengah dengan bentuk-bentuk kubahnya. Nyatanya, hal itu sama sekali tidak akan ditemui di hunian yang dikembangkan oleh pengembang PT Bumi Darussalam.
Konsep hunian bernuansa islami yang dikembangkan Bumi Darussalam dibuat seperti hunian pada umumnya. Hanya, perbedaannya terletak pada penciptaan nuansa religi di dalam lingkungan tempat tinggal.
Pembangunan dimulai dengan membangun masjid di tengah-tengah komplek hunian sebagai tempat utama para penghuni menyatu dalam ibadah dan berinteraksi antara satu warga dengan warga penghuni lainnya. Tujuannya, dibangunnya masjid akan memudahkan penghuni melangkahkan kaki untuk menunaikan kewajibannya. Uniknya, masjid dibangun dekat dengan pusat-pusat kegiatan lainnya seperti taman bermain atau fasilitas olahraga.
"Seperti konsep masjid zaman dahulu kala, dibangun dekat alun-alun kota. Penghuni yang tengah asyik beraktifitas seakan-akan diingatkan untuk rehat sejenak, kembali kepada Allah Swt. Secara berjamaah penghuni akan senang ke situ, yang akhirnya tumbuh suasana religi," kata Mat Umar Sutoyo, Direktur Pemasaran PT Bumi Darussalam saat ditemui Kompas.com, awal Juli lalu.
Jarak rumah ke rumah di tiap klaster dengan masjid diukur sama. Umar mengatakan, hal itu dimaksudkan agar tidak membuat malas para penghuni untuk beribadah ke masjid. Bahkan, di dekat masjid yang merupakan tanah fasilitas umum (fasum), dibangun mess atau pondokan sebagai rumah ustadz yang ditunjuk pengembang menjadi pembimbing rohani.
"Kehadiran ustadz di sini agar bisa melayani para penghuni berkonsultasi dan mengajar tentang ajaran-ajaran Al Qur'an," kata Umar.
Tak cukup hanya masjid. Umar menambahkan, jika seluruh penghuni warga sudah berkumpul dan berkegiatan, maka pihaknya bersiap membangun Tempat Pendidikan Al Qur'an (TPA) bagi anak-anak sehingga tidak perlu keluar komplek perumahan untuk sekadar menuntut ilmu dasar-dasar Islam.
"Anak-anak tetap aman berada di dalam komplek. Mereka berkumpul dan belajar bersama-sama di sini," lanjut Umar.
Rumah dengan hijab
Mengenai konsep rumah, Adrian Zulfi Setiawan, Direktur Operasional dan Perencanaan PT Bumi Darussalam dalam kesempatan yang sama menambahkan, pihaknya membangun berdasarkan ajaran Al Qur'an. Menurutnya, ia tidak membuat konsep rumah Islami berdasarkan segi fisik bangunan, melainkan "ruh". 
Membangun rumah, lanjut Adrian, ada yang dinamakan dengan adab rumah secara Islam. Saat pintu rumah terbuka, maka seperti terbukalah aurat manusia di hadapan orang lain. Maka, agar tak terlihat auratnya ketika pintu rumah terbuka, dibuatlah pintu yang tidak langsung memperlihatkan ruang tamu.
"Saat pintu dibuka, ruangan berada di sebelahnya tidak terlihat terbuka dari luar atau dari jalan. Harusnya seperti itu," jelasnya.
Kemudian, penerapan adab rumah lainnya dengan memakai aturan hijab. Hijab atau dalam Islam berarti penghalang, diterapkan dengan meletakkan pembatas di depan rumah.
"Bisa memakai ornamen atau aksesoris. Alhasil, kalau buka pintu bisa terhalang sesuatu, misalnya teralis. Hijab ini selalu kita anjurkan untuk diterapkan para penghuni," kata Adrian.
Setiap unit rumah yang dibangun juga diatur sedemikian rupa agar kecil kemungkinan berlawanan dengan arah kiblat. Desain dibuat acak sebelum dibangun, agar saat posisi tidur dengan kaki atau kepala mengarah pada posisi tertentu tidak akan mengarah ke arah kiblat.
Adrian mengatakan, dalam konsep rumah yang dikembangkan oleh grup Bumi Darussalam, yang diutamakan memang bukan pada bentuk dan estetika semata, namun lebih pada penerapan ajaran-ajaran Islam sebagai "ruh" sebuah hunian.
"Kalau dicari model seperti apa sih rumah Nabi Muhammad SAW itu, memang tidak diceritakan dalam kitab. Namun Nabi mengatakan, 'rumahku adalah surgaku', itulah yang kita ambil sebagai intisari membangun hunian. Yang penting guyub, kekeluargaannya kuat, dan penghuninya mengerti serta menerapkan ajaran Islam. Inilah yang kami terapkan sebagai konsep rumah Islami, lebih tepat rumah bernuansa religi," katanya.

Yang "Haram" Dikesampingkan saat Memilih Cat..


Memilih cat dinding memang tidak hanya berhenti pada masalah warna. Harus diakui, bahwa warna cat dinding memang merupakan aspek penting dalam estetika sebuah hunian.
Namun, tentu juga tidak hanya sekadar warna dan poles dinding, karena pemilihan cat yang kualitasnya baik pun "haram" dikesampingkan. Nah, bagaimana cara memilih cat berkualitas baik?
Pertama, cat memiliki pigmen warna yang bagus. Artinya, warna cat tidak akan berubah dalam kurun waktu cukup lama karena memiliki kandungan zat tersendiri untuk dapat mempertahankan warnanya.
Kedua, warna dan daya rekat cat. Kualitas cat yang baik memiliki ketahanan warna dan daya rekat cat yang bisa mencapai usia lima tahun.
Umumnya, cat yang baik membutuhkan pengencer lebih banyak dibandingkan cat biasa. Selain itu, cat harus mampu menutup permukaan yang lebih luas.
Ketiga, cat dinding tidak mengandung bahan berbahaya atau unsur-unsur bersifat racun. Bila muncul gejala pusing dan mual saat cat tercium, sebaiknya segera ganti cat Anda. Setelah mengecat pun Anda perlu membiarkan ruangan terbuka agar sirkulasi udara lancar dan bau cat berangsur-angsur menghilang.
Keempat, ada baiknya Anda menggunakan cat bermerek sama dengan sebelumnya. Cat dengan kandungan bahan kimia yang jauh berbeda bisa menimbulkan "penolakan". Ciri-cirinya antara lain berupa timbulnya gelembung atau cat mengelupas.
Kelima, Anda bisa memilih cat yang tahan cuaca atau waterproof. Namun, perlu diingat, meskipun cat berbahan tahan cuaca atau waterproof, hal ini tidak bisa mengantisipasi warna dinding kotor karena debu atau cipratan lumpur saat hujan.
Untuk perawatannya, cat dinding yang baik bisa dibersihkan dengan sabun dan sikat yang lembut tanpa harus merusak cat. Jika permukaan cat dinding masih baik atau tidak retak, rusak, dan sebagainya, bisa langsung dilapisi cat baru setelah dinding dibersihkan.
Pengecatan dinding rumah dan tembok paling baik sekitar minimal tiga tahun sekali atau warna cat mulai memudar. Nah, setelah menentukan jenis cat dinding yang tepat dan berkualitas baik, Anda pun bisa mencocokkannya dengan komponen rumah lain seperti pintu dan jendela serta perabotan pengisi rumah. (MIL)